11.10.17

AKU PAGI

Aku adalah pagi
Tak pernah ingin menepi
Terus-menerus  birahi
Melangkah berani
Membuahi bumi
Demi semesta tanpa tepi

Aku adalah pagi
Wajahku melati

Jantungku matahari


M A Vip; 11/10/2017

28.9.17

PESAN

Siapakah menitip pesan?
Hujan telah sampaikan!
O betapa

Ingatan butuh perjuangan

21.9.17

HIJRAH

Senja lagi dan tiba-tiba aku terjaga
Siapakah dia bersama angin
Mengabarkan duka cita?
Sekumpulan burung terbang
ke utara
Daun menguning, rebah dengan cinta
Lalu kenapa aku termangu saja?
Nuh membangun bahtera
Ibrahim  mengembara
Musa berkelana
Muhammad pergi dengan luka

4.9.17

HARI RAYA KORBAN

Piring kosong dan tujuh batang tusuk sate itu
Yang di atas meja makan kotor berantakan itu
Membiarkan saja lelaki buncit  dan bau pengak itu
Pergi kembali ke kamarnya yang gelap. Itu.
Sama seperti istrinya yang tak lagi berselera
Menyapa atau bertanya karena baginya pasti
Jawabannya itu: Aku sedang menunggu
mimpinya Ibrahim yang dulu.

Dan di teras yang luas rumah bisu itu
Puluhan bekas tusuk sate bertebaran tak bergerak
Mendahului tubuh-tubuh yang siap dikalahkan

Minuman oplosan dalam botol  setan. Begitu!

00:00

MERDEKA # 31

Sssst...!
(itu saja)

MERDEKA # 30

Kudengar dari rumah sebelah
ada operasi tangkap tangan
Silahkan
Di sini kami akan tetap begini
Operasi tangkap kaki
Karena hewan kurban kami nanti
masih belum punya tangan
Silahkan!
22:40