4.9.17

HARI RAYA KORBAN

Piring kosong dan tujuh batang tusuk sate itu
Yang di atas meja makan kotor berantakan itu
Membiarkan saja lelaki buncit  dan bau pengak itu
Pergi kembali ke kamarnya yang gelap. Itu.
Sama seperti istrinya yang tak lagi berselera
Menyapa atau bertanya karena baginya pasti
Jawabannya itu: Aku sedang menunggu
mimpinya Ibrahim yang dulu.

Dan di teras yang luas rumah bisu itu
Puluhan bekas tusuk sate bertebaran tak bergerak
Mendahului tubuh-tubuh yang siap dikalahkan

Minuman oplosan dalam botol  setan. Begitu!

00:00

MERDEKA # 31

Sssst...!
(itu saja)

MERDEKA # 30

Kudengar dari rumah sebelah
ada operasi tangkap tangan
Silahkan
Di sini kami akan tetap begini
Operasi tangkap kaki
Karena hewan kurban kami nanti
masih belum punya tangan
Silahkan!
22:40

MERDEKA # 29

melewati kematian kematian kecil
aku ngemil sembari ngupil

MERDEKA # 28

malam melekat erat di langitlangit
dipunggungi lampu gantung yang anggun.
jam dinding masih terus bernyanyi
mengiringi waktu yang asyik menari.
ketika suara tokek mengajakku berjudi
di tanganku teh manis tinggal separo gelas
dan sekilas wajahmu melintas, sangat jelas
begitu buas.
malam masih lekat di langitlangit
di sini aku masih menunggu perang yang sengit.
23:33

MERDEKA # 27

selarut ini, aku masih saja terus
menaboki betis, pipi, jidat, pantat
sendiri di saksikan nyamuknyamuk
yang sepertinya mereka geli padaku
yang tak bisa henti memikirkanmu.
sudah pukul berapa ini?

MERDEKA # 26

Priiit!!!
Kutendang bola sampai Malaysia
Kusepak Malaysia ke mana saja
Tak penting dimana gawangnya
Yang penting happy sahaja
20:10