3.12.09

Hari Ketika Matahari Dilupakan

Hari itu ketika matahari dilupakan
dinding rumah itu masih ditempeli poster-poster
bergambar lelaki, wanita dan makanan segar,
semua cekatan memainkan kaki dan tangannya,
anjing-anjing bau menjadi penjaga tetapnya.
Deru nafas memburu laju debu yang menggelombang
peluh mereka tak pernah berhenti mengalir
karena terik belum berakhir meski
gulungan awan terus mondar-mandir
seperti bis kota yang sumpek dan penuh sesak.
Poster-poster itu diproduksi tanpa henti dan
diperlombakan seperti tak ingin ada
tempat kosong yang luput dari pandangan.
Ada gambar wanita bergincu hitam tertawa
dengan tubuh terbuat dari tepung terigu.
Ada gambar lelaki besar telanjang
memamerkan hatinya yang terbuat dari batu.
Ada makanan berwarna lucu berbahan susu ibu.
Angin kencang sering menerbangkan semua,
mengumpulkannya di kamar-kamar mewah,
biasanya akan dijadikan alas tidur
ibu-ibu muda untuk menggelisahkan
suami-suami mereka yang senang tertawa.
Dinding-dinding itu akan terus dipasangi
poster-poster baru dengan bermacam cara.

Tidak ada komentar: