11.8.11

Menjilat Pantat Tuhan

kujilat pantat tuhan sambil berlari
sawah ladang menari-nari
di pelupuk mata, jatuh menderai
menutupi masa yang telah disimpan
rapi pada punggung bermata jeli


kujilat pantat tuhan sambil menari
di sawah-sawah dan ladang-ladang
dalam impian yang berderai-derai
pada masa yang telah disimpan punggung
para pendaki bermata tuli

kujilati pantat tuhan yang menimpa diri
sawah ladang adalah mimpi
pada masa yang tak lagi mampu menari
di punggung hidup para pendaki
semua tersimpan rapi


26 komentar:

rinz mengatakan...

wowww.. pemilihan kata yang tidak biasa. tpi paduannya tetep bagus! keep writing! :')

Ku Lihat, Ku Dengar, Ku Rasa mengatakan...

Nice n cool...

Muhammad A Vip mengatakan...

rinz:makasih. saya sedang belajar nih, menjadikan kata sebagai pokok
Ku lihat:makasih juga

HALAMAN PUTIH mengatakan...

pendakian di gunung mana ini mas?

Muhammad A Vip mengatakan...

halaman putih:bukit? bukit apa ya?

ninda~ mengatakan...

wah cadas mas ini puisinya...
standar koran nih :)

iam mengatakan...

Wehehe mantap kang puisinya :D
Setiap baitnya bagus :D

Muhammad A Vip mengatakan...

ninda:makasih
iam:makasih lagi

pakde sulas mengatakan...

PEMILIHAN GAYA BAHASANYA NEKAT BANGET

pakde takut ada yang "sensitif" sehingga dianggap tidak sopan

Muhammad A Vip mengatakan...

pakde:makasih komen sehatnya

Merliza mengatakan...

saya perlu banyak2 menelan essei essei nya 'cak nun' nih.. :( mayan berat soalnya yang satu ini :(

Majalah Masjid Kita mengatakan...

pilihan kata yang super power!!!

Muhammad A Vip mengatakan...

merli:berapa kilo kira-kira?
mesjid kita:ampun!

Tip Trik Computer mengatakan...

Salam sobat
berkunjung nich lama nggak berkunjung
sukses selalu ya

zone mengatakan...

puisi emang about diksi...
cuman Tuhan punya pantat..??

Muhammad A Vip mengatakan...

zone:Tuhan itu segalanya, masak pantat saja gak punya

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

WEH, apa ga geli jilat2 pantat. hehehe

Muhammad A Vip mengatakan...

fany:kalo saya geli

Akmal Fahrurizal mengatakan...

judul yg menarik membuat semua orang yang membacanya jangan ingin meng-klik. :D

Akmal Fahrurizal mengatakan...

btw, soal pertanyaan mas di blog saya.

Lomba itu ada 2 kategori kok, satu buat SMA, satunya lagi untuk Umum, ya saya ikut yang kategori umumnya dong. :D

Penghuni 60 mengatakan...

hmmm...
*garuk-garuk kepala

msh gak mudeng aku...
bahasa tingkat tinggi ini

Imtikhan mengatakan...

Bahasa apa itu masbrow

ninda~ mengatakan...

wow sangat satir :D

Tiva Fatimah Keizer mengatakan...

nggak ngerti..

Ra-kun mengatakan...

diksi yang unik, menggelitik, awas tercekik :D

nuel mengatakan...

wah SARA nih... :P