8.12.10

Pintu Baru

seperti angin, waktu
tak pernah berhenti
pergi mengenalkan diri
menyalami rindu yang
sembunyi di sudut sunyi
menjejali sebidang harapan
maka tak perlu ketukan itu
terbukalah segala rupa
bagi cinta dan
sejuta aromanya

12 komentar:

kehidupan mengatakan...

Seperti angin, yang terus bertiup menyampaikan rindu yang tersembunyi di sudut hati.

Muhammad A Vip mengatakan...

ya Bu. hehe

stroberi mengatakan...

oot : tentu aja kamu boleh ikutan acara puisi berhadiah itu. kan masih di wilayah Indonesia. ehhee..

cucuharis mengatakan...

blog puisi
kembali kutemukan di sini
lewat pintu baru ini :D

Rchymera mengatakan...

Wow simple tapi penuh makna nich kawan artikelnya,salam...:D

Goyang Karawang mengatakan...

tok.. tok.. tok
*ngetuk pintu baru*

Muhammad A Vip mengatakan...

goyang:monggo

Rawins mengatakan...

wah angkat tangan kalo urusan puisi...
kabooor....

Imtikhan mengatakan...

salam sahabat
berkunjung pagi kawan

Z4NX mengatakan...

Puisi
rangkaiaan kata yang jadi kalimat indah
gak semua orang bisa bikin puisi nan indah

Z4NX mengatakan...

Puisi
rangkaiaan kata yang jadi kalimat indah
gak semua orang bisa bikin puisi nan indah

Muhammad A Vip mengatakan...

Rawins:hahaha
Imtikhan:oke boss
zanx: kayaknya benar tuh.